You are currently viewing Mengapa Bayi Tersenyum saat Tidur?

Mengapa Bayi Tersenyum saat Tidur?

Salah satu momen yang membuat hati Moms meleleh adalah melihat bayi newborn tersenyum. Termasuk saat Si Kecil tersenyum dalam tidurnya. Pernahkah Moms bertanya-tanya mengapa bayi tersenyum saat tidur? Ternyata ada penjelasannya dan punya arti yang berbeda dari senyum orang dewasa.

Bagi orang dewasa senyum merupakan ekspresi atas rasa senang dan bahagia. Namun pada Si Kecil yang masih newborn, senyum adalah bentuk refleks dari tubuh. Seiring pertumbuhannya Si Kecil akan mulai menujukkan senyum tulus yang menandakan rasa senang.

3 Jenis Senyum Bayi

Sebelum mencari tahu alasan di balik senyuman Si Kecil saat tidur, Moms perlu ketahui dulu jenis senyuman bayi dan perbedaannya, yaitu terdiri dari:

Senyum Refleks

Si Kecil sudah bisa tersenyum semenjak lahir tapi hal yang menyebabkan ia senyum bukan emosi bahagia. Senyum merupakan gerak refleks yang tidak memiliki alasan penyebab. Si Kecil baru “benar-benar” senyum setelah memasuki usia sekitar 3 bulan. Fakta menarik lainnya, penelitian menujukkan bahwa janin juga sudah bisa tersenyum ketika usia kehamilan 33 minggu. Jenis senyum ini juga termasuk tindakan refleks sama seperti menendang dan menghisap jempol di dalam rahim.

Senyum Karena Adanya Gas

Alasan lain yang membuat bayi newborn tersenyum adalah ada gas di dalam tubuhnya. Si Kecil akan tersenyum pada saat ia buang angin (kentut) atau buang air besar. Begitu pun saat Si Kecil merasa lapar, ia mungkin akan menujukkan ekspresi seperti tersenyum.

Senyum Sosial

Memasuki usia 3 bulan Si Kecil akan tersenyum di momen-momen tertentu. Pada usia ini Si Kecil mulai bisa berinteraksi dengan orang-orang dan lingkungan di sekitarnya. Senyum menjadi cara Si Kecil merespon dan menunjukan ekspresi emosinal sama seperti orang dewasa.

Mengapa Bayi Tersenyum saat Tidur?

Moms mungkin pernah menangkap senyuman tipis di sudut bibir Si Kecil kala ia tidur. Hal itu terjadi saat Si Kecil sedang berada dalam tahapan tidur REM (Rapid Eye Movement). Yaitu fase terakhir dalam tahapan tidur. Pada kondisi ini bola mata di balik kelopak mata bergerak dengan cepat. Detak jantung dan aliran darah meningkat. Diikuti dengan pernapasan yang lebih cepat dan tidak teratur. Dalam fase ini Si Kecil bukan hanya tersenyum tapi bisa saja ia mengerak-gerakkan tubuhnya, meringis, dan menghisap jempol.

Baca juga: Ini 5 Arti Tangisan Bayi, Bukan Hanya Lapar

Pada orang dewasa mimpi biasaya muncul pada tahapan REM. Kita mungkin akan tersenyum sebagai respon atas gambaran positif atau menyenangkan dari alam mimpi. Namun sulit untuk mengatakan jika Si Kecil tersenyum karena alasan yang sama. Karena tidak bisa diketahui secara pasti alasan Si Kecil tersenyum saat tidur. Apa pada saat itu Si Kecil juga sedang bermimpi atau tidak. Bila tidak maka bisa dikatakan bahwa senyum tersebut juga termasuk bentuk refleks yang tidak disengaja.

Namun jika Si Kecil memang sedang bermimpi, senyuman yang muncul bisa jadi merupakan bentuk reaksi atas memori ingatan dari yang terjadi siang hari. Bisa juga disebabkan oleh peristiwa yang dirangkai oleh alam bawah sadarnya.

Seiring pertumbuhannya, Si Kecil akan lebih banyak tersenyum dan tertawa. Moms bisa lakukan banyak hal untuk memancing tawa. Namun perlu Moms ingat bahwa bukan masalah yang serius bila Si Kecil tidak tersenyum sesering yang Moms inginkan. Hal yang paling penting adalah Si Kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Supaya tahapan pertumbuhan Si Kecil berjalan dengan baik, kebutuhan tidurnya harus tercukupi. Moms perlu pilih Kasur Bayi yang nyaman dan aman buat Si Kecil. Moms bisa pilih Kasur Bayi Dakron Cloudy series yang memiliki permukaan empuk dengan motif awan yang menarik. Kasur ini juga sudah dilengkapi Kelambu untuk melindungi Si Kecil dari gigitan nyamuk dan serangga lainnya. Cek selengkapnya di sini.
~NJ

Tinggalkan Balasan