You are currently viewing Tetap Tenang Saat Mengatasi Demam Pertama pada Bayi
Family stay at home. Mother with little son. Coronavirus theme. Mom measures baby's temperature.

Tetap Tenang Saat Mengatasi Demam Pertama pada Bayi

Kehadiran si bayi bagi orang tua yang baru memiliki anak pertama memang berjuta rasa. Dalam masa ini tentu sebagian besar perasaan yang dialami orang tua adalah perasaan senang, bersemangat dan bahagia. Namun, terkadang justru hal tidak terduga datang dan mmbuat orang tua menjadi panik seperti misalnya si kecil yang terkena demam. Kepanikan yang timbul adalah hal yang wajar karena inilah masa pertama moms menghadapi situasi seperti ini dan tidak sedikit orang tua yang  tergesa-gesa membawa bayinya ke dokter hal ini terjadi. Padahal, mengatasi demam pertama pada bayi masih bisa ditangani di rumah (kecuali jika sudah sangat serius dengan indikasi tertentu).
Secara umum, demam adalah penanda bahwa tubuh manusia sedang melawan suatu infeksi penyakit dimana tentunya demam yang dialami si bayi juga memiliki alasan serupa. Apabila demam terjadi, dapat dibuktikan bahwa sebenarnya sistem kekebalan tubuh si bayi bekerja dengan baik. Untuk menemani dan mempercepat selesainya proses ini maka berikut adalah hal yang perlu diperhatikan saat terjadinya demam:

  • Nafsu makan atau menyusui yang menurun
  • Nampak lesu saat hendak bermain
  • Muntah-muntah dan diare
  • Timbul ruam merah di kulit
  • Menjadi ekstrim apabila disertai sesak nafas dan kejang.

Bila demam dengan gejala tersebut terjadi pada si kecil yang masih berusia kurang dari 3 bulan maka sebaiknya segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik. Pada fase ini memanglah benar bahwa opsi terbaik adalah segera membawanya ke dokter untuk mencegah jika terdapat infeksi serius. Namun apabila sikecil mengalami demam pertamanya pada usia setelahnya dan tidak nampak gejala ekstrim, maka moms dapat melakukan beberapa hal berikut ini, tentunya dengan tetap tenang yah!

1. Memandikannya air hangat

Memandikan si kecil dengan air hangat akan sangat membantu menurunkan suhu tubuh, melancarkan pernapasan karena uap dan menenangkan tubuhnya. Pastikan air mandinya cukup hangat dalam arti tidak terlalu dingin apalagi panas.

2. Mengenakan pakaian yang nyaman

Setelah mandi, boleh mengenakannya pakaian yang nyaman dengan bahan yang halus dan tidak terlalu tebal. Hal ini membuat tubuhnya merasa sejuk dan tidak kepanasan. Jika ia merasa dingin,  dapat moms balut tubuhnya dengan kain, blanket atau selimut tidurnya.

3. Amati suhu ruangan

Memastikan suhu ruangan si kecil adalah hal yang penting, untuk menjaga agar suhu tetap di angka 20-22 derajat celcius maka penggunaan AC atau kipas dapat direkomendasikan. Pastikan untuk tidak mengarahkan angin secara langsung ke tubuh si kecil ya moms!

4. Penuhi kebutuhan cairan tubuh si kecil

Sama seperti orang dewasa, saat terjadi demam, penting untuk selalu menjaga asupan makan dan minumnya khususnya cairan tubuh. Untuk mencegahnya dari dehidrasi, berilah si kecil asupan cairan seperti ASI, susu formula, atau yang paling dasar, air putih.

5. Pemberian obat penurun panas

Moms bisa memberinya obat penurun panas (paracetamol) jika harus, namun konsultasi terlebih dahulu ke dokter sangat penting karena obat tersebut adalah unsur kimia yang perlu pendampingan.

Harapannya dengan cara tersebut kondisi kesehatan si kecil akan segera membaik ya moms, dan ingat, ketenangan adalah hal yang paling utama untuk menjaga si kecil.

 

Tinggalkan Balasan

×
×

Cart